Illegal Logging in Borneo

Illegal logging adalah kata-kata yang marak mulai awal reformasi di koran-koran lokal di Kalimantan bahkan di pulau Jawa dan Sumatra. Banyak kasus illegal logging yang mulai mencuat pada awal era reformasi, dari sekian banyak kasus tersebut yang berhasil di bawa ke persidangan hanya sedikit tokoh besar di balik maraknya illegal logging tersebut yang benar-benar mendekam di penjara.

Kalimantan sebagai pulau terbesar di Indonesia memiliki kekayaan hutan yang melimpah terutama hasil hutan.Kekayaan hutan tersebut di mata pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab merupakan suatu kesempatan untuk mengkeruk keuntung bisnis sebesar-besarnya dengan menebang pohon-pohon besar yang berasal dari pulau Kalimantan, dimana kayu-kayu dari pohon Kalimantan memiliki kualitas yang bagus menurut pasaran dunia.

Dari jaman orde baru hingga era reformasi ini penebangan hutan liar dilakukan para cukong kayu tanpa memandang kelestarian alam atau dampak buruknya bagi lingkungan hidup. Sedangkan hasil dari hutan Kalimantan yang melimpah tidak di nikmati oleh masyrakat lokalnya atau oleh bangsa Indonesia sendiri, hanya segelintir orang yang benar-benar menikmati hasil hutan tersebut, terutama mereka para cukong kayu atau otak dari penebangan liar ini.

Para pelaku illegal logging ini pun berani muncul kepermukaan untuk menentang mereka yang tidak setuju dengan illegal logging, seperti dari kelompok penduduk lokal yang bekerja sebagai para penebang liar ini berdemo di gedung DPR Palangkaraya (Kalteng Pos) ketika para aparat keamanan melakukan razia terhadap praktek illegal logging dan menyita alat-alat pemotong kayu mereka yang terbuat dari mesin. Tidak dapat di ketahui dengan pasti apakah mereka yang melakukan demo tersebut berdasarkan inisiatif mereka sendiri ataukah hanya suruhan para cukong kayu.

Sedangkan para aparat dan pejabat yang benar-benar ingin memberantas illegal logging ini banyak mendapat ancaman, seperti salah satu anggota DPR Kobar (Kotawaringin Barat) yang berteriak lantang menentang illegal logging (Kalteng Pos), dimana anggota DPR tersebut mendapat kiriman kain kafan dari para pendukung illegal logging dan akhirnya anggota DPR ini meninggal dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di pulau Jawa. Dan juga seperti Kapolres KOBAR (Kotawaringin Barat) yang banyak melakukan razia terhadap praktek illegal logging ini (Kalteng Pos) mendapat banyak surat ancaman melalui faxmail bahkan sampai di isukan memiliki hubungan dengan penyebab jatuhnya pesawat Adam Air (Kalteng Pos).

Sungguh sangat tragis..
Dan pada akhirnya jika dibiarkan terus praktek illegal logging ini, hutan-hutan di Kalimantan akan habis tak bersisa, dan hutan Kalimantan hanya menjadi cerita dongeng bagi anak cucu kita bahwa Kalimantan dulu pernah menjadi zambrud khatulistiwa karena hutan-hutan yang lebat dan hijau bahkan menjadi paru-paru dunia. Dan apakah kita akan terus menutup mata dan diam akan kerusakan alam yang terus terjadi di sekitar kita dan menyalahkan faktor alam atas bencana yang menimpa negeri ini, jawabannya hanya ada pada diri kita sendiri !

(sumber terkait : http://fazz.wordpress.com/)

Categories: Pandangan Kita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: