Karya Irvan Ramdanie di Masa Lalu

KaRya : Irvan Ramdanie

Senin, 2 Februari 2008 Pukul 20.00 WIB..
Bersama Angga @myhome, ngerjakan tugas.

Oii,, coyy!!!!!

Ech,, gue numpang bentar saja tuk coret-coret dibadan elo!! Boleh kan???

Hmm… Gue mau tanya. Jika elo gag ketemu dedemenan elo hampir seminggu gimana??? Kangen??? Yaiyalah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Doakan saja ya semoga gue cepet ketemu sama dy……

Oea, gue punya cerita baru neh! Nee cerita nyata dari pengalaman adik kelas gue di SD. Kebetulan gue bertetangga. Ini cerita tentang masalah yang terjadi dalam persahabatannya. Itu terjadi karena konflik yang terjadi pada mereka berdua. Endingnya……………..??????? Baca saja sendiri.

Begini ceritanya..

Nama adik kelas gue itu Wakiman sedangkan sahabatnya…… Klo tidak salah sih Paiman. Mereka berdua namanya aneh!!! Kehidupan Kiman normal seperti biasanya. Dari yang kutahu, mereka berdua sangat akrab. Entah karena namanya sama-sama aneh, atau sebab lainnya. Tetapi, Kiman mendadak menjadi terlihat aneh. Dia jadi murung, gelisah, terkadang marah tidak jelas. Waktu gue tanya, dia bungkam.

Gue sih tidak peduli. Tetapi, masalahnya Kiman bersikap yang serba aneh dan mengganggu itu di dalam rumah gue. Dia memang sering bermain di rumah gue, sekedar nongkrong. Tetapi, masa nongkrong dan bertamu ke rumah orang dengan wajah kucel tidak karuan itu. Iih,, gag nyaman sekali. Akhirnya Kiman mau bercerita apa penyebab masalahnya. Dia bingung dengan apa yang terjadi pada sahabatnya, Paiman. Paiman semakin hari semakin menjauhi Kiman. Sudah jarang mau diajak ngobrol atau kata yang sekarang lagi ngetrend di kelas gue ‘Curhat‘. Haha..

Kiman berusaha mencari alasannya. Saat ditanya, Paiman hanya bisa berkata “Urusi urusanmu sendiri. Kau terlalu sibuk dengan gaya sele’(selebritis)mu. Sampai-sampai saat sahabat sendiri butuh pertolongan, kau tidak mau membantu. Sahabat apaan tuh!!!!!”. Kiman merasa bersalah, sebab itu semua terjadi akibat dia terlalu sibuk dengan kepopulerannya. Cieh, gayanya aii… Orang wajah rang katro, gaya sele segala. Haha…

Apalagi yang membuat Kiman semakin pusing adalah karena diganggu adiknya yang masih TK. Adiknya bertanya tentang Bahasa Arab yang bagi Kiman sangat sulit dimengerti. Gue pun ikut bingung plus tertawa saat Kiman perlihatkan kalimat buatan adiknya. Kalimat itu berbunyi, “Abu wa umu dzahaba ma’a ma’a-ayah dan ibu pergi bersama-sama.” Waduh, hancur begini. Ini sih gabungan dua fersi bahasa, Bahasa Arab feat Bahasa Indonesia. Hal itu tidak kami hiraukan.

Berbagai saran gue berikan kepada Kiman. Dia sering membantah, gue pun semakin jengkel. Dikasih tahu malah ngeyel. Orang gue lebih tua, otomatis pengalaman gue jauh lebih banyak. Akhirnya kami sampai pada keputusan bahwa lebih baik Kiman berbicara terlebih dahulu kepada Paiman. Jangan utamakan ego kalian. Dapat menjadi semakin rumit masalahnya.

Tiba harinya, Kiman pun berusaha menemui Paiman. Paiman selalu menghindar, hal itu tidak membuat Kiman putus asa. Demi pulihnya persahabatan mereka, harus ada perjuangan. Sampai suatu pulau, eh, bukan.. Sampai suatu saat, Paiman membentak Kiman sambil berkata, “Oii,, mau elo apa??? Kau sepertinya bukan sahabatku, lebih baik que cari sahabat lain yang tidak lupa diri!!!!”. Kiman menjelaskan dengan sangat teliti, mereka sedikit berdebat. Klo debatnya seru, seperti cocok nih didaftarkan ke Debat TV-ONE.

Menurut cerita yang gue denger, Kiman dan Paiman berbaikan. Kiman berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi. Paiman pun meminta maaf karena sempat marah terhadap sahabatnya sendiri. Masalah pun teratasi. Setelah kejadian itu, mereka semakin akrab layak saudara. Memang, persahabatan seperti itulah yang benar. Kata-kata Kiman terhadap Paiman setelah mereka berbaikan saat diceritakan kepada gue yang membuat gue tertawa adalah, “Sahabat.. Jika kau senang, aq pun senang.. Jika kau sedih, aq pun sedih.. Jika kau gembira, aq pun gembira.. Dan jika kau terjun dari gedung, aq hanya melihat saja. Daah!!! Untuk apa ikut terjun..” Yee,, gue kirain setia sama sahabat. Sekali juga manusiawi toh. Dan kalimat lainnya, “Barang milikmu juga milikku, barang milikku ya milikku saja.” Beyeh, serakah tuuh… Haha.. Anag aneh..

Persahabatan sebaiknya didasari rasa kekeluargaan dan kepercayaan. Jika mengalami suatu masalah, selesaikanlah dengan baik. Jangan pentingkan ego dan emosi, sebab itu dapat memperkeruh suasana.

Sgtu saja critanya.. Gsah banyak-banyak.. Gag penting!!! Klo kepanjangan gue bisa ketahuan telah memakai buku diary kk gue. Bisa dilabrak ntar. Langsung gue robek saja daah..

kraaaaaaakkkkkkkkkkkkkkssssssssss………………………….

Categories: Pengalaman Hidup | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: